Posts

Minggu, 02 Oktober 2011

Di Tempat Ini Rasulullah Berdoa 3 Hari Berturut-Turut

detail berita
TKP Perang Khandaq (Foto: Ist)

JAKARTA- Sejarah Masjid Al Fath bermula saat Kota Madinah dikepung pasukan kafir Quraisy dan sekutunya, Kaum Yahudi Bani Nadir hampir selama satu bulan pada bulan Syawal 5 Hijriah atau 627 Masehi.

Saat itu jumlah pasukan muslim hanya sekira 3.000 orang sementara pasukan musuh mencapai 10.000 tentara. Oleh sebab itu, Rasulullah atas saran dari sahabat Salman Al Farisi memerintahkan kepada kaum muslim untuk menggali parit (khandak) sebagai benteng pertahanan. Dalam berbagai riwayat disebutkan, Rasul juga turun tangan langsung membantu penggalian parit di sekeliling Kota Madinah.

Benteng alam ini cukup efektif untuk menghalau pasukan musuh masuk ke Madinah, namun akhirnya mereka memilih melakukan pengepungan selama hampir sebulan. Praktis situasi itu membuat logistik umat Islam kritis dan semangat pasukan pun merosot. Belum lagi ditambah pengkhianatan Kaum Yahudi Bani Qurayzhah atas kesepakatan yang telah disetujui untuk mempertahankan Madinah.

Di saat itulah, Rasul lantas berdoa selama tiga hari berturut-turut, yaitu pada Senin, Selasa, dan Rabu di sebuah tempat di atas bukit Sa’la. Menurut riwayat Imam Ahmad Jabir Ibn Abdillah, Rasulullah berdoa agar Allah mengalahkan tentera Ahzab (koalisi).

Doa itu kemudian dijawab Allah dengan kabar gembira bahwa pasukan Islam akan menang melawan pasukan koalisi Quraisy dan Yahudi. Sewaktu Rasulullah berdoa dan salat di atas Bukit Sa’la belum masjid didirikan di situ, masjid tersebut baru didirikan oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Berdasarkan latar historisnya, akhirnya masjid tersebut diberi nama Masjid Al Fath (kemenangan).

Setelah Rasul berdoa selama tiga hari berturut-turut, muncul kabar gembira. Salah seorang tentara pasukan koalisi yaitu Nua'im bin Mas'ud al-Asyja’i memutuskan masuk Islam. Dia pun kemudian ditugasi untuk memecah belah Kaum Quraisy dan Yahudi Bani Nadir. Nua’im berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Kaum Quraisy dan Yahudi Bani Nadir pun saling curiga sehingga soliditas pasukan koalisi menurun.

Tak berselang lama peperangan besar antara pasukan muslim dan pasukan koalisi pecah. Sejumlah sahabat gugur bahkan Rasul sendiri terluka. Namun akhirnya pasukan muslim berhasil memetik kemenangan.

Perang Khadak dipicu pengusiran Bani Nadir dan Bani Wa’il dari Madinah karena melanggar perjanjian dengan kaum muslimin. Para tokoh Yahudi yang tak puas atas keputusan ini latas melobi pimpinan kafir Quraisy untuk bersama-sama melawan pasukan Islam di Madinah. (ful)


Sumber: http://haji.okezone.com/read/2010/11/10/395/391858/di-tempat-ini-rasulullah-berdoa-3-hari-berturut-turut

0 comments:

Poskan Komentar

 
ilumination666 powered by blogger.com
Design by Simple Diamond Blogger Templates